Jika anda perokok aktif atau pasif atau karena polusi udara, sudah pasti akan mengalami batuk. Batuk walaupun ringan tapi jika terus menerus akan sangat mengganggu kita dan orang banyak, bahkan penderita akan dikucilkan (mungkin bisa tidak mencolok). Ada cara alami untuk mengatasi batuk yaitu melalui olah nafas atau yoga. Pernafasan dada: Tarik nafas dalam-dalam dari hidung secara perlahan lalu buang udara melalui mulut dan usahakan waktu tarik nafas dan mengeluarkan udara sama (agar lebih mudah ditandai dengan hitungan jari), lakukan selama lebih kurang 15 menit sehari. Setelah itu lakukan pernafasan mulut untuk efek relaksasi yaitu tarik nafas dari hidung dan keluarkan dari hidung juga. Jika batuk yang menjengkelkan datang disaat ditempat umum, jangan buru-buru untuk melampiaskannya dengan berbatuk ria, santai dan lakukan dengan pernafasan dada tadi. Jika kita langsung lakukan pernafasan dada itu, jika ada dahaknya akan terasa maka akan terasa akan keluar dengan sendirinya dan anda hanya seperti meludah saja untuk membuangnya, jika tidak ada dahak, maka batuk anda akan seperti batuk orang elit atau kalangan atas yang hanya akan seperti berdehem.....( nb: pernafasan mulut sangat bagusb untuk melatih olah vokal anda).....thank you
Showing posts with label batuk. Show all posts
Showing posts with label batuk. Show all posts
Meringankan batuk dengan olah pernafasan
Batuk Berdahak

SERANGAN batuk berdahak yang berlangsung lama sering dianggap sepele oleh sebagian masyarakat. Padahal, kondisi itu merupakan salah satu gejala radang pada saluran napas atau bronkitis. Bila tidak segera diatasi, penderita bisa mengalami perburukan penyakit itu, bahkan mengganggu fungsi jantung.
Kebiasaan merokok dan polusi udara meningkatkan risiko bronkitis kronik serta memicu kekambuhan penyakit itu. Bronkitis akut timbul karena flu atau infeksi lain pada saluran napas dan membaik dalam beberapa hari atau minggu. Pada bronkitis kronik, terjadi iritasi atau radang menetap pada saluran napas sering terjadi akibat rokok dan sering kambuh. Bila makin parah, penyakit itu masuk dalam kelompok PPOK yang memerlukan pengobatan serius.
Pasien bronkitis mengalami gejala antara lain batuk berdahak, napas pendek, dan makin berat saat aktivitas, mengi, demam, serta rasa tidak nyaman di dada. Bronkitis kronik ditandai batuk memburuk pada pagi hari, infeksi saluran napas berulang, flu disertai peningkatan batuk berdahak selama lebih dari tiga bulan.
Bila tidak segera diatasi, serangan bronkitis kronik akan sering berulang dan bertambah parah. Apalagi bila penderita adalah perokok. Paparan asap rokok, daya tahan tubuh yang rendah, sakit mag, dan paparan bahan-bahan iritan di tempat kerja meningkatkan risiko bronkitis dan kekambuhan penyakit itu hingga menjadi PPOK. Pada penderita PPOK, gejala penyakit meningkat dan fungsi paru menurun. Kualitas hidup penderita juga turun.
Penyakit paru obstruktif juga berkaitan dengan gagal jantung kanan yang berfungsi untuk memompa darah ke paru-paru. Namun, kebanyakan pasien mengabaikan gejala ringan. Batuk berdahak dan sesak ringan dibiarkan bertahun-tahun. Kebanyakan penderita PPOK adalah perokok atau bekas perokok. Sebagian pasien hidup di rumah yang penuh asap berasal dari tungku dapur atau kompor, dan sebagian lagi hidup tahunan di tempat kerja yang berasap atau berdebu.
Diagnosis bisa dilakukan dengan menggunakan spinometeri untuk memastikan adanya penyempitan saluran napas, menentukan beratnya penyakit, menilai efek obat, dan memantau hasil pengobatan. Dengan diagnosis yang akurat, pasien bisa mendapat pengobatan yang tepat. Untuk memperlambat kerusakan paru, penderita harus berhenti merokok dan menghindari asap atau debu yang membuat sesak.
Kebiasaan merokok dan polusi udara meningkatkan risiko bronkitis kronik serta memicu kekambuhan penyakit itu. Bronkitis akut timbul karena flu atau infeksi lain pada saluran napas dan membaik dalam beberapa hari atau minggu. Pada bronkitis kronik, terjadi iritasi atau radang menetap pada saluran napas sering terjadi akibat rokok dan sering kambuh. Bila makin parah, penyakit itu masuk dalam kelompok PPOK yang memerlukan pengobatan serius.
Pasien bronkitis mengalami gejala antara lain batuk berdahak, napas pendek, dan makin berat saat aktivitas, mengi, demam, serta rasa tidak nyaman di dada. Bronkitis kronik ditandai batuk memburuk pada pagi hari, infeksi saluran napas berulang, flu disertai peningkatan batuk berdahak selama lebih dari tiga bulan.
Bila tidak segera diatasi, serangan bronkitis kronik akan sering berulang dan bertambah parah. Apalagi bila penderita adalah perokok. Paparan asap rokok, daya tahan tubuh yang rendah, sakit mag, dan paparan bahan-bahan iritan di tempat kerja meningkatkan risiko bronkitis dan kekambuhan penyakit itu hingga menjadi PPOK. Pada penderita PPOK, gejala penyakit meningkat dan fungsi paru menurun. Kualitas hidup penderita juga turun.
Penyakit paru obstruktif juga berkaitan dengan gagal jantung kanan yang berfungsi untuk memompa darah ke paru-paru. Namun, kebanyakan pasien mengabaikan gejala ringan. Batuk berdahak dan sesak ringan dibiarkan bertahun-tahun. Kebanyakan penderita PPOK adalah perokok atau bekas perokok. Sebagian pasien hidup di rumah yang penuh asap berasal dari tungku dapur atau kompor, dan sebagian lagi hidup tahunan di tempat kerja yang berasap atau berdebu.
Diagnosis bisa dilakukan dengan menggunakan spinometeri untuk memastikan adanya penyempitan saluran napas, menentukan beratnya penyakit, menilai efek obat, dan memantau hasil pengobatan. Dengan diagnosis yang akurat, pasien bisa mendapat pengobatan yang tepat. Untuk memperlambat kerusakan paru, penderita harus berhenti merokok dan menghindari asap atau debu yang membuat sesak.
Labels:
batuk