Mereka meminta agar pemerintah melarang penggunaan zat warna itu, permintaan tersebut disampaikan melalui surat yang mereka kirimkan kepada Food and Drug Administration (FDA).

Adanya pernyataan tersebut membuat kecemasan dan kekhawatiran karena konsumsi minuman soda orang Amerika cukup tinggi.
Juru bicara FDA, Doug Karas menanggapi klaim tersebut, yang mengatakan bahwa menurut standar nasional, kandungan 4-MI dalam soda sangat kecil untuk dapat memicu kanker. "Konsumen harus mengonsumsi sekitar 1000 kaleng soda setiap hari untuk mencapai dosis yang dianggap memicu kanker itu".
Batasan zat perwarna dalam soda yaitu 4-MI, menurut FDA yaitu tak lebih dari 250 ppm dan karamel akan encer ketika dimasukkan ke soda. Selain itu, level tertinggi 4-MI yang ditemukan oleh CSPI yaitu sekitar 0,4 ppm.
American Beverage Association juga menanggapi hal tersebut yaitu zat warna karamel yang dipakai dinyatakan aman di seluruh dunia, termasuk oleh European Food Safety Authority dan Health Canada.
Menurut CSPI, selain kandungan zat pewarna yang terdapat dalam soda, ternyata soda juga mengandung gula yang tinggi yang bisa memicu obesitas, diabetes dan gangguan kesehatan lain.
0 comments:
Post a Comment